Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

BERSERAH TOTAL

Iman percaya dan rasa khawatir itu sepertinya berdiri bagai timbangan. Satu disebelah sini dan satu dibagian sebelah sana. Ketika kita percaya maka rasa bimbang dan khawatir itu hilang dg sendirinya. Namun manakala kita ragu, bimbang dan galau dihati, maka kekhawatiran dan ketakutan itu sepertinya menguasai hidup kita.  Kitab Yakobus menulis bahwa orang yang bimbang atau mendua hati itu tdk akan mendapat apa-apa. (1:6-7) Firman Tuhan berkata: "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah." (Mzm 55:23) Mungkin diantara Bpk/ibu/saudara sedang ada yang mengalami kegelisahan, ga bisa tidur, pikiran bimbang yg membuat galau hidup kita sehingga kita merasa tidur ga nyenyak dan makan ga enak, dll. Mari bapak/ibu saya mengajak kita untuk belajar berserah kepada TUHAN.  Bukankah TUHAN berfirman agar kita menyerahkan kuatir kita kpd-Nya dan bukankah Dia berjanji akan memelihara kita? Ingat...

KEBENARAN YANG MENTRANSFORMASI

Yohanes 8:31-32  "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.'" Ayat ini menekankan pentingnya tetap berada dalam Firman Tuhan. Dengan demikian, kita tidak hanya mendengar kebenaran, tetapi juga membiarkan kebenaran itu meresap ke dalam kehidupan kita dan mengubah kita dari dalam. Pertanyaan: Apa yang Tuhan sudah beritahukan kepada saya melalui Firman-Nya yang saya belum lakukan? Berikut adalah beberapa area yang mungkin Tuhan telah berbicara kepada kita untuk bertindak, berdasarkan refleksi: Menghasilkan Buah Roh: Kesulitan dalam mempraktikkan buah Roh bisa berasal dari mencoba melakukannya dengan kekuatan sendiri. Daripada berjuang sendirian, mintalah bantuan Roh Kudus untuk mengembangkan karakter-karakter ini dalam diri Anda. Membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup Anda berarti menyerah...

MENJADI MURID (MEMBUANG DUSTA)

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:31-32) Iblis menggunakan kebohongan untuk menegakkan pengaruhnya atas hidup kita. Begitu ada kesempatan, ia akan membangkitkan ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan dalam diri kita, karena ia adalah “pendusta dan bapa segala dusta” (Yoh. 8:44). Iblis tidak dapat mengatakan kebenaran karena, seperti yang dikatakan Yesus, memang tidak ada kebenaran di dalam dirinya. Berikut adalah beberapa kebohongan yang dinyatakan Iblis. Pertama, doa kita tidak penting. Ini tidak benar. Alkitab mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yak. 5:16). Kedua, saat kita berada dalam kesulitan, tidak ada jalan keluar. Ini salah besar. “Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:27), dan “Ia akan memberikan kepadam...

KEMATIAN MEMILIKI TUJUAN

Mazmur 90:3 (TB) Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"  Dalam Mazmur 90, inilah gambaran Allah: “Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah” (ay. 2) . Ini sangat jauh berbeda dengan gambaran Alkitab tentang manusia, yang harus dengan susah payah mencapai usia delapan puluh tahunan. Allah telah ada dan akan selalu ada. Dia sudah ada sejak kekekalan sebelum menciptakan dunia, dan masih akan ada selama-lamanya setelah Dia mengakhiri zaman. Allah itu kekal; kita ini fana. Mazmur ini juga menjelaskan mengapa kematian adalah akhir yang tak terhindarkan. “ Engkau [Allah] mengembalikan manusia kepada debu . . . kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut. Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu” (Mazmur 90:3,7-8) . Singkatnya, kita diberi tahu: kita sedang melangkah menuju kepada kebinasaan, karena kita telah ...

ROH KUDUS SEBAGAI PENOLONG

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh. 14:18) baca Yoh. 14:15-21.  Siapa yang tidak ingin ditolong? Tentu dalam kehidupan, kita pasti ingin selalu ditolong. Kalau kita merasakan kesulitan dalam hidup, pastilah kita mengharapkan pertolongan dari orang lain. Dalam hidup orang beriman, pertolongan berasal dari Tuhan. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang setia pada kasih-Nya. Pertanyaannya, bagaimana kita menanggapi pertolongan dari Tuhan tersebut? Penginjil Yohanes mencatat dengan baik janji Yesus bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang mengasihi-Nya. Yesus tahu bahwa waktu-Nya sudah tidak lama lagi. Namun Yesus tidak mengatakan bahwa hal itu adalah suatu perpisahan. Yesus akan selalu tinggal di dalam diri setiap umat-Nya dalam wujud Roh yang Ia sebut sebagai Penolong yang lain. Dikatakan sebagai penolong yang lain bukan mengarah pada sosok pengganti Yesus. Tetapi mengarah pada wujud pribad...

KETIKA "BAIK" ITU RELATIF

MARI KITA RENUNGKAN apa yang terjadi ketika setiap orang punya definisi “baik” yang subyektif dan tidak sempurna . Ada beberapa kemungkinan: Pertama , kita memilih aturan-aturan sendiri. Ketika masyarakat tidak bisa sepakat tentang apa yang benar dan salah, setiap individu akan mengandalkan nilai moralnya masing-masing. Namun, mengingat hati nurani kita tidak sempurna, cara ini tidak ideal. Kalau tiap orang punya standar sendiri-sendiri, sulit dikatakan siapa yang benar-benar baik. Kedua , kita mendahulukan diri sendiri. Tanpa titik acuan yang obyektif dalam hidup ini, kemungkinan besar kita akan memprioritaskan keinginan dan kebutuhan kita sendiri, atau keinginan dan kebutuhan orang-orang yang kita cintai, serta membenarkan standar-standar moral yang memungkinkan kita untuk terus memburu sasaran tersebut.  Ketiga , kita mentoleransi diri sendiri. Dengan standar-standar moral yang tidak mutlak, kita bisa tergoda untuk membengkokkan aturan atau menurunkan standar kit...