Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

KARENA LUKA-NYA KITA SEMBUH

  “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma cuma, karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3: 23-24).  Ketika Tuhan Yesus berada di taman Getsemani, Ia sujud berdoa seorang diri, bahkan keringatnya menjadi darah. Dia benar-benar tahu apa yang akan terjadi pada-Nya setelah beberapa jam kemudian.  Ia mengucapkan doa yang sangat sederhana, Ia meminta kepada Bapa jika memungkinkan untuk mengambil cawan penderitaan dan pengorbanan dari-Nya, tetapi Ia tetap berserah kepada kehendak Bapa-Nya, Dan ketetapan Bapa tidak berubah, bahwa Yesus harus berkorban. Yesus merupakan contoh pengorbanan sejati yang pernah terjadi di sepanjang sejarah kehidupan, satu-satunya yang menyerahkan nyawa untuk apa yang Dia tidak lakukan, Ia tidak berdosa tapi Dia harus menebus hutang dosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibena...

GAGAL PAHAM

Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! –(Matius 22:29) Dalam Matius 22, para pemimpin agama menyerang Yesus di depan orang banyak dengan serangkaian pertanyaan yang bertujuan untuk mempermalukan Dia di muka umum (ay. 15). Kristus pun menjawab mereka dengan hikmat yang tidak terbantahkan, dan para pemimpin agama itu gagal dalam usaha mereka untuk mempermalukan diri-Nya. Yesus pernah memperingatkan betapa mudahnya kita gagal memahami hal-hal mendasar. Para pemimpin agama, dalam usaha untuk menjebak dan mencemarkan nama Yesus pada minggu Dia disalibkan, mengajukan sebuah skenario mengada-ada mengenai wanita yang sudah menjanda tujuh kali (Mat. 22:23-28). Yesus menjawab dengan menegaskan bahwa dilema rumit itu bukan masalah sama sekali. Justru masalahnya, mereka tidak “mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” (ay. 29). Yesus menekankan bahwa Kitab Suci tidak dimaksudkan untuk menjawab persoalan logika atau filsafat. Tujuan utama Alkitab adalah unt...

KASIH YANG BERKORBAN

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawa nya demi sahabat- sahabatnya. (Yohanes 15:13) Kunci Sukses: Jika kita bisa berkorban, Tuhan hendak melatih kita untuk taat melakukan firman-Nya sebagai bukti kasih kepada Tuhan Sampai kapan pun kita tidak akan pernah sanggup mengukur kasih Tuhan, “betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus….” (Efesus 3:18). Bukti terbesar kasih Tuhan kepada kita adalah rela mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Pengorbanan Tuhan untuk kita sungguh tiada terbatas! Dengan apakah kita membalas kasih Tuhan? Karena Ia sudah terlebih dahulu mengasihi kita sedemikian rupa, kita pun harus mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita. Bukti nyata orang mengasihi Tuhan adalah taat melakukan firman-Nya. Jangan katakan kita mengasihi Tuhan bila kita tidak taat melakukan kehendak-Nya! Mengasihi Tuhan harus ada bukti nyata. Yesus berkata, “Jikalau kamu me...

WARISAN ABADI

"Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri." (Pengkhotbah 5:12) Raja Salomo, orang terkaya pada zamannya, menulis, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,” dan “dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya” (Pkh. 5:9-10) . Salomo sadar betul bahwa kekayaan bisa membawa pengaruh yang merusak hidup seseorang. Dalam Kitab Pengkhotbah, Salomo berbicara banyak mengenai kekayaan materi. Ia juga menulis sekitar seratus ucapan bijaksana dalam Kitab Amsal mengenai kekayaan dan uang. Kekayaan materi dapat menjadi berkat (Amsal 10:22) atau sebaliknya kutuk (30:7-9), tergantung bagaimana seseorang berelasi dengannya (lihat Ulangan 8:7-19). Allah memperingatkan kita untuk tidak meraup kekayaan dengan berbuat jahat atau dengan cara-cara yang tidak adil (Amsal 15:27; 22:16; 22:22-23). Yang kita cari seharusnya kebijaksanaan daripada kekayaan (3:13-15; 8...

MATA YANG BENAR

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya . (Markus 13:26) Bayangkan bagaimana respon orang-orang ketika melihat dengan Mata jasmani kedatangan Yesus kedua kali, mungkin ada yang bersukacita menangis terharu, ada yang masih ragu-ragu dan mungkin ada yang belum juga percaya bahwa itu Yesus. Tetapi jelas firman berkata, suatu kali tiba-tiba semua itu terjadi. Kita tidak bisa menerka-nerka apakah kita akan mengalami hal tersebut, tetapi yang kita perhatikan di masa kita hidup sekarang ini adalah apakah kita mempergunakan mata kita untuk melihat keberadaanNya melalui penyertaanNya dan memuliakan Tuhan ? Melalui Mata, orang melihat dan mempelajari sesuatu serta memberi respon. Melalui Mata orang bisa mengkomunikasikan perasaannya apakah sedang sedih, kesal, marah atau sukacita. Tetapi dengan mata juga orang bisa melakukan setiap kejahatan. Itu sebabnya Firman Tuhan berkata bahwa Mata adalah pelita tubuh Lukas ...