Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

"Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya."  (Yakobus 1:25) Seorang Kakek hidup dengan cucunya di pegunungan di Amerika. Setiap pagi, Kakek terlihat membaca Alkitab di meja makan. Suatu hari, cucunya bertanya, “Kakek! Aku mencoba membaca Alkitab seperti kakek, tapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku.  Apa sih KEBAIKAN dari MEMBACA ALKITAB?”  Kemudian Kakek mengambil keranjang tempat arang, melubangi dasarnya dan berkata, “ambillah air dari sungai dengan keranjang ini dan bawa pulang.”  Si Cucu pun menurutinya, tetapi semua air habis menetes sebelum ia tiba di depan rumah. Ia melakukannya berulang-ulang, dan tidak peduli seberapa cepat ia berlari, ia tidak pernah berhasil. Akhirnya si Cucu menyerah. Lalu Kakek memint...

LAKUKAN YANG TERBAIK

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”  (Yohanes 6:27) TUHAN SUDAH MENYIAPKAN SKENARIO KEHIDUPAN YANG BERLAPIS UNTUK KITA. "WE MUST ALWAYS DO THE BEST" Hidup itu seperti berjudi, ‎akan selalu ada kemungkinan yang datang,‎ Jika kita menikmatinya, maka‎ bertaruhlah untuk pengorbanan usaha kita mendapatkannya,. Jika kita hanya mencari aman, maka‎ berbuat baiklah tanpa menuntut, karena‎ itu bukan hak kita yang hanya menanti keberuntungan saja. ‎ TUHAN sudah menyiapkan skenario kehidupan yang berlapis untuk kita, karena kita di beri keistimewaan untuk memilihnya sendiri, maka‎ bijaklah. 4 hal yang perlu di perhatikan dalam Hidup: 1. Lihat ke belakang: ini memberikan Pengalaman‎ 2. Lihat ke depan: ini memberikan Harapan‎ 3. Lihat sekeliling: ini memberikan Kenyataan‎ 4. Lihat ...

BEBAS DARI RASA KUATIR

Baca: Filipi 4:1-9 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Filipi 4:6 Seringkali kita berpikir bahwa memiliki kekuatiran adalah hal yang biasa, wajar dan normal bagi kehidupan manusia. Namun bagi kehidupan orang percaya hal itu tidak seharusnya terjadi, karena kekuatiran adalah salah satu bentuk penjajahan Iblis. Kekuatiran membuat seseorang larut dalam kesedihan, murung sehingga sukacita dan damai sejahtera menjadi hilang. Ingat, ketika kita kuatir berarti kita sedang meragukan kuasa Tuhan.   Kebenarannya adalah Tuhan tidak pernah memberikan roh yang mendatangkan kekuatiran dalam hidup orang percaya. Normalnya, hidup seorang Kristen adalah hidup yang terbebas dari rasa kuatir. Itulah sebabnya rasul Paulus menasihatkan, "Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran." (1 Korintus 7:32a).   Mana mungkin kita hidup tanpa rasa k...

SEMANGAT SAJA BELUM CUKUP

2 Samuel 6:6 "..maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir."  Tabut adalah tanda Kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya dan menjadi pusat dari kehidupan bangsa Israel. Dari pembacaan firman ini kita melihat betapa bersemangatnya bangsa Israel saat membawa tabut Tuhan kembali ke Yerusalem, sampai-sampai mereka mengabaikan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa tak seorang pun diperbolehkan menyentuh tabut perjanjian, lambang kehadiran Tuhan itu.  (baca Bilangan 4:15). Ternyata, bermodalkan semangat saja dalam melayani Tuhan tidaklah cukup tanpa disertai pengenalan yang benar akan Tuhan dan taat melakukan kehendak-Nya.   "Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran."  (Hosea 6:6) .  Dalam penilaian Tuhan ketaatan itu jauh lebih berharga daripada sekedar sem...

TINDAKAN IMAN: KUNCI PEMULIHAN

(Markus 5:25-34; Lukas 17:11-19) "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Markus 5:28          Tuhan tahu benar bahwa manusia adalah lemah, "Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu." (Mazmur 103:14) .            Manusia, sekuat apa pun jasmaninya, sepintar apa pun otaknya, tetaplah terbatas. Maka dari itu Tuhan sendirilah yang menyediakan pemulihan bagi segala persoalan yang manusia hadapi.               Hanya satu SYARAT yang Tuhan TUNTUT dalam DIRI MANUSIA, yaitu MENGIMANI dan MENAATI FIRMAN-NYA.   Ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia sudah mendengar berita-berita tentang Kristus dengan segala hal yang diperbuat-Nya; TIMBULLAH IMANNYA, sehingga ia berani berkata, "ASAL KUJAMAH SAJA JUBAH-NYA, AKU akan SEMBUH." (ayat nas).             Karena TINDAKAN IMANNYA ...