Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

LEBIH DARI SEKEDAR SUAKA

Mazmur 18:3  "Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!" Dalam ayat ini, pemazmur menggunakan serangkaian metafora yang kuat untuk menggambarkan hubungannya dengan Tuhan. Salah satu metafora yang menarik adalah "kota bentengku" atau dalam konteks tradisi Yahudi kuno, dapat kita hubungkan dengan konsep "Kota Perlindungan" (עָרֵי הַמִּקְלָט, arei hamiklat). Kota Perlindungan dalam Tradisi Yahudi Kuno: Dalam Kitab Bilangan pasal 35 dan Yosua pasal 20, kita menemukan perintah Tuhan untuk mendirikan kota-kota perlindungan bagi seseorang yang tidak sengaja membunuh sesamanya. Orang yang melakukan pembunuhan tidak sengaja dapat melarikan diri ke kota-kota ini untuk menghindari pembalasan dendam dari keluarga korban. Di dalam kota perlindungan, mereka akan mendapatkan pengadilan yang adil dan perlindungan selama masa penantian persidangan. ...

MENYEMAI SYUKUR MENUAI BERKAT

Mazmur 69:31-32 TB [31] Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur.  [32] pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah. Sesungguhnya, mempersembahkan (korban) syukur kepada Tuhan, baik dalam bentuk perenungan dan doa, musik dan nyanyian, maupun ucapan pujian atau perkataan bibir kita itu TIDAK HANYA DIKENAN OLEH ALLAH, tetapi akan "dikembalikan" oleh Allah Bapa kita sebagai berkat dan keuntungan bagi diri kita sendiri.  Selama hampir 100 tahun terakhir, para ahli syaraf meneliti dan menemukan bahwa syaraf otak manusia itu memiliki plastisitas, atau disebut 'Neuroplasticity'. Artinya, secara luar biasa ajaib, Allah telah menciptakan otak kita dengan KEMAMPUAN untuk TERUS BERTUMBUH dan BERUBAH!  (Roma 12:2 - pembaruan budi, renewing/transformation of mind). Nah, bagaimana caranya kemampuan itu menjadi kenyataan? Salah satu cara yang telah TER...

DARI HIDUP 'NGAWUR' KE HIDUP 'TERUKUR'

Efesus 5:15-18 (TB) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena itu mendatangkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. Di tengah kesibukan dan tantangan zaman sekarang, ayat ini mengingatkan kita untuk hidup dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan. Jangan sampai kita terhanyut dalam arus dunia yang sering kali penuh dengan hal-hal yang kurang membangun. Paulus menekankan pentingnya mempergunakan waktu yang ada. Waktu terus berjalan, dan setiap detik adalah berharga. Kita diajak untuk tidak menyia-nyiakannya dengan hal-hal yang tidak produktif atau bahkan merugikan. Mengingat "hari-hari ini adalah jahat," kita perlu lebih waspada dan bijak dalam setiap keputusan dan tindakan....