Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

BERKAT UNTUK YANG PERCAYA

Sekali waktu, pasca kebangkitan Yesus dari kematian, Yesus menampakkan diri kepada para murid minus Tomas yang juga disebut Didimus. Ketika para murid berkata bahwa mereka telah melihat Yesus, Tomas tdk percaya. Bahkan dia berkata, sebelum ia mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku dan lambung Yesus, ia tidak akan mempercayai kata-kata para murid yang lain. Firman Tuhan berkata: "Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yoh. 20:29). Dalam kata ini, " berbahagialah " di tulis dengan kata " makarios " yang diterjemahkan sebagai " yang diberkati " (blessed). Jadi "diberkatilah" orang yang percaya sekalipun tidak melihat, inilah yang disebut dengan kata " beriman ". Percaya sekalipun tidak melihat.  Memang kisah kematian dan kebangkitan Yesus sudah terjadi 2000 tahun yang lalu dan sekarang kita percaya kepada-Nya. Percay...

MELAYANI: MENYATAKAN KEMULIAAN TUHAN

Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.  (2 Korintus 4:15), (baca: ayat 1-15) Kita tidak dapat menentukan bagaimana orang lain memperlakukan kita, tetapi Tuhan memberi kita kasih karunia untuk memutuskan bagaimana kita memperlakukan orang lain. Kita mencari kebahagiaan bukan di dalam respon emosional tapi dalam sebuah sikap penuh pengorbanan yang disebut kasih. Tuhan memberi kita kasih karunia untuk memutuskan berespon benar, terlepas dari apapun yang menjadi respon orang lain kepada kita. Tindakan mereka terhadap kita diluar kendali kita, tetapi kemampuan untuk kita tetap bersikap baik dan memberi, seluruhnya ada dalam kendali kita. Saat kita memilih untuk tetap mengasihi, kita akan mengalami hadirat Tuhan yang memberi kebahagiaan sejati, ketika kita mengasihi maka kita mengundang Tuhan untuk ma...

SELUBUNG HATI

2 Korintus 3:16-17 “Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan transformasi rohani yang terjadi ketika kita benar-benar menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. "Selubung" yang dimaksud bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang menghalangi kita untuk melihat dan mengalami kasih serta kebenaran Allah secara utuh, seperti dosa, ketakutan, atau keraguan. Ketika kita berbalik kepada Tuhan, Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, menyingkapkan kebenaran dan membebaskan kita dari belenggu masa lalu. Kemerdekaan yang dimaksud bukan hanya kebebasan fisik, tetapi juga kebebasan dari segala bentuk perbudakan rohani. Kontek Kehidupan saat ini: ● Media Sosial: Kita seringkali terjebak dalam perbandingan diri dengan orang lain di media sosial, yang dapat membuat kita merasa tidak cukup baik. Ayat ini mengingatkan kita...

SANG PENDENGAR SEJATI

" Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku." (Mazmur 116:1) Di era media sosial yang serba instan ini, kita sering merasa didengar saat postingan kita mendapat banyak likes atau komentar. Tapi, pernahkah kita merasa bahwa di balik layar gadget, ada kerinduan yang lebih dalam untuk didengarkan secara sungguh-sungguh? Mazmur 116:1 mengingatkan kita bahwa ada satu Pribadi yang sungguh-sungguh mendengar dan selalu siap untuk kita. Allah, Sang Pencipta alam semesta, tak pernah terlalu sibuk untuk mendengarkan setiap keluh kesah kita. Saat kita merasa kecil, lemah, atau bahkan sendirian, Dia selalu ada untuk kita. Apa artinya bagi kita hari ini?  * Jangan ragu untuk berdoa: Doa bukan hanya ritual, tapi percakapan intim dengan Sang Pencipta. Ungkapkan semua yang ada di hatimu, dari hal terkecil hingga yang terbesar.  * Rasakan kehadiran-Nya: Allah tidak hanya mendengar, tapi juga merasakan setiap emosi kita. Ketika kita merasa sedih, Dia mengh...

KETIKA DUSTA MENJADI MUDAH

Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya. (Amsal 2:7) Seorang anak berdusta kepada gurunya, mengaku tidak membawa buku yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR), padahal PR itu memang tidak dikerjakannya. Si guru percaya. Merasa berhasil, dustanya berkembang. Ia berbohong juga pada orang tuanya. Bukan hanya tentang PR, melainkan juga hal-hal lain, seperti uang jajan, uang sekolah, dan kegiatan sekolah. Ketika orang tuanya dipanggil karena dusta si anak mulai terendus, barulah ia mengaku dengan jujur.  Orang yang berdusta untuk sementara waktu dapat saja merasa aman karena berhasil menutupi sesuatu. Namun, orang jujur akan terbiasa menghadapi realitas dan konflik, bertahan pada masa-masa sulit, dan menemukan jalan keluar untuk persoalan yang dihadapinya. Ayat yang kita baca hari ini berisi ajakan-ajakan mencari hikmat. Dan, bila diperhatikan dengan saksama, akibat dari pencarian hikmat itu adalah...