Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh. 14:18)
baca Yoh. 14:15-21.
Siapa yang tidak ingin ditolong? Tentu dalam kehidupan, kita pasti ingin selalu ditolong. Kalau kita merasakan kesulitan dalam hidup, pastilah kita mengharapkan pertolongan dari orang lain. Dalam hidup orang beriman, pertolongan berasal dari Tuhan. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang setia pada kasih-Nya. Pertanyaannya, bagaimana kita menanggapi pertolongan dari Tuhan tersebut?
Penginjil Yohanes mencatat dengan baik janji Yesus bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang mengasihi-Nya. Yesus tahu bahwa waktu-Nya sudah tidak lama lagi. Namun Yesus tidak mengatakan bahwa hal itu adalah suatu perpisahan. Yesus akan selalu tinggal di dalam diri setiap umat-Nya dalam wujud Roh yang Ia sebut sebagai Penolong yang lain. Dikatakan sebagai penolong yang lain bukan mengarah pada sosok pengganti Yesus. Tetapi mengarah pada wujud pribadi-Nya yang ketiga, yakni sebagai Allah Roh Kudus.
Dalam wujud Roh Kudus atau dalam Injil disebut sebagai Roh Kebenaran. Di mana, Allah benar-benar tinggal dalam diri manusia sebagai Penolong yang menunjukkan jalan kebenaran kepada manusia dan memberikan penghiburan atas segala persoalan hidup umat manusia. Melalui hal ini, Yesus memberikan suatu harapan yang jelas akan keberadaan diri-Nya dalam setiap perjalanan hidup manusia.
Lalu, bagaimana kita menerima Roh Kudus dalam diri kita?
Hal ini bisa kita pelajari melalui kesaksian dalam bacaan pertama. Orang-orang Samaria menerima Kristus setelah mendengarkan pemberitaan Filipus. (Kis. 8:5-8,14-17), orang yang mendengarkan firman tersebut dicurahi Roh Kudus oleh para Rasul. Melalui kesaksian ini jelaslah bagaimana kuasa Roh Kudus yang menjadi hidup karena Firman. Sehingga seperti mereka yang menerima Kristus karena firman, kita pun diajak untuk senantiasa percaya akan kuasa Roh dalam firman Allah dan menerimanya.
Selain itu, di balik pertolongan Allah melalui Roh Kudus, kita pun diangkat menjadi anak-anak-Nya. Allah tahu bahwa kita akan mengalami penderitaan dalam hidup. Namun, seperti dalam Injil, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Itulah sebabnya Allah mengutus Roh-Nya supaya iman kita kuat dan tetap bertahan dalam menjalani segala masalah dalam hidup. Dalam hal ini, Rasul Petrus pun mengingatkan kita agar tidak takut menjalani penderitaan dalam hidup, melainkan tetap berteguh dalam pengharapan akan adanya Roh Kudus Sang Penolong dan Penghibur kita.
“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh. 14:18)
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya