Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. (Kisah Para Rasul 4:34-35) “Punyaku! Punyaku!” Kita sering mendengar anak-anak berteriak seperti itu. Dan, tidak mudah menengahi pertengkaran mereka. Begitulah sifat bawaan manusia sejak lahir. Senantiasa ingin memiliki, semakin banyak semakin baik. Kita cinderung kurang mepedulikan kebutuhan orang lain. Karena itu, sikap jemaat mula-mula sungguh tak terduga: mereka justru saling berbagi dengan penuh semangat. Mereka sehati sejiwa oleh pekerjaan Roh Kudus (ay. 32). Itulah gambaran tubuh Kristus. Bila satu orang menderita, semua yang lain ikut menderita. Begitu pula bila mereka memiliki harta, harta itu menjadi milik bersama. Semua “milik bersama” ini dikelola dan dibagi oleh orang-oran...
KELUARGA ALLAH GSJA CISARUA