Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

ALLAH YANG CEMBURU

Keluaran 20:5 mengatakan, "Sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu; Aku menghukum keturunan sampai keturunan orang-orang yang membenci Aku dan yang tidak taat pada perintah-Ku." Apa artinya "Allah yang cemburu"?   Bukan cemburu dalam arti negatif:  Ketika kita mendengar kata "cemburu", kita mungkin langsung berpikir tentang perasaan negatif seperti iri hati atau posesif. Namun, dalam konteks ini, kecemburuan Allah bukanlah seperti itu.   Kasih Tuhan yang mendalam: Kecemburuan Allah adalah manifestasi dari kasih-Nya yang mendalam kepada umat-Nya. Ia ingin kita memiliki hubungan yang intim dan eksklusif dengan-Nya.   Perlindungan: Allah cemburu ketika kita mengalihkan perhatian dan kasih kita kepada hal-hal lain, terutama kepada berhala atau ilah-ilah palsu. Ia ingin melindungi kita dari kerusakan yang diakibatkan oleh penyembahan berhala. Apa yang dapat kita pelajari dari ayat ini?   Pentingnya hubungan eksklusif dengan Allah: Kita...

4 KOMITMEN MURID

Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16) Menjadi murid Kristus memerlukan komitmen. Nas hari ini menunjukkan empat komitmen seorang murid.  Pertama, mau diajar. Jemaat mula-mula pertama-tama hidup dalam pengajaran rasul-rasul (Kis. 2:42). Firman juga bermanfaat untuk mengajar (2 Tim 3:16). Aktivitas pokok seorang murid adalah belajar. Sebagai murid, kita harus sukarela diajar Tuhan setiap waktu dalam firman. Kedua, mau dikoreksi kesalahannya. Hal ini rasanya sukar, namun penting. Kita diajar untuk mengenali mana yang benar dan mana yang salah. Ketika membuka firman, kita harus siap untuk berkata, “Saya salah.” Jika keyakinan kita yakini tidak sejalan dengan firman, perlu kerendahan hati untuk tidak berdalih. Ketiga, mau berubah. Sebaiknya, kita harus menutup telinga atau Alkitab kita, jika tidak siap menjadi murid. Pasalnya, menj...

MELAWAN IBLIS "JANGAN DEBAT KUSIR TAPI USIR"

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya” (Lukas 4:35) Bagaimana strategi yang terbaik untuk melawan setan? Mengajaknya berdiskusi? Mengajaknya berdebat? Mengajaknya tanya jawab? Dengan mudah kita akan dipecundanginya. Ingat, usia iblis telah 6.000 tahun lebih – jauh lebih tua dari usia manusia. Ia telah mempelajari kelemahan manusia dengan baik. Gara-gara terlalu banyak ngobrol dengan setan, nenek moyang kita yang pertama jatuh dalam perangkapnya (Kej. 3:1-7). Lalu bagaimana strategi yang baik untuk mengatasinya? Jangan berdialog dengannya dan usirlah segera! Kalau kita bertemu dengan setan (setiap hari ia menemui kita meskipun terkadang tidak menyadarinya), jangan perlakukan ia dengan manis. Jangan mencoba berdialog dengannya. Jangan kita berlagak sok pintar dan mengajaknya berdebat. Kita pasti kalah. Usirlah sege...