Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

DILINDUNGI OLEH KEHADIRAN-NYA

"TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya (Kejadian 39:2)." Tidak ada tempat yang lebih baik untuk melayani Allah selain tempat di mana Dia menempatkan kita. Tidak ada pekerjaan yang sempurna, tidak ada keluarga yang sempurna, tidak ada keadaan yang bebas dari masalah. Kita yang terus-menerus mencari kehidupan ideal, lupa bahwa kesempurnaan hanya ada di surga, sehingga membuat diri kita menempuh perjalanan yang sering ditandai dengan kekecewaan. Tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa kondisi yang dialami Yusuf kurang baik. Setelah memulai hidupnya sebagai objek kasih sayang ayahnya, dia mendapati dirinya menjadi objek transaksi para pedagang budak. Keamanan rumah keluarganya digantikan dengan belenggu perbudakan. Seperti Yusuf, kita semua melihat keadaan kita berubah seiring berjalannya waktu. Kita mungkin harus pindah dari rumah yang sudah lama kita tinggali, orang-orang yang kita kasihi mungkin menghadapi...

LEBIH DARI SEKEDAR BERTUMBUH

"Sebab sama seperti pohon dikenal oleh buahnya, demikian juga kamu akan dikenal oleh perbuatanmu." (Matius 7:20) Kita seringkali fokus pada pertumbuhan spiritual kita, seperti mempelajari Alkitab, berdoa, dan menghadiri ibadah. Namun, pertumbuhan sejati bukanlah sekadar penambahan pengetahuan, melainkan juga manifestasi dalam tindakan nyata. Sama seperti pohon yang menghasilkan buah sebagai bukti kehidupannya, begitu pula kita sebagai orang percaya harus menunjukkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita. Kasih : Menunjukkan kasih kepada sesama, tanpa memandang latar belakang atau perbedaan. Ini bisa dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat luas. Sukacita : Memelihara hati yang bersukacita dalam segala keadaan, bahkan di tengah kesulitan. Sukacita ini menjadi saksi bagi dunia akan iman kita. Damai Sejahtera : Menjadi pembawa damai di tengah konflik. Dengan sikap damai, kita dapat menjadi jembatan penghubung antara orang-orang yang berbeda. Kesabara...

HIDUP MENDENGARKAN-NYA

Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN Semesta Alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN Semesta Alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, firman TUHAN Semesta Alam." (Zakharia 1:3) Bagaimana jadinya bila kita menjalani kehidupan bersama dengan keras hati? Tentu hanya akan menimbulkan perselisihan. Sebab dengan bersikap demikian, kita tidak akan mau untuk mendengarkan orang lain, karena kita hanya memaksakan kehendak diri sendiri. Padahal kehidupan bersama tidak bisa dijalani dengan berlaku seenaknya. Tetapi dibutuhkan kesediaan diri untuk betul-betul hadir menjalani hidup bersama-sama. Melalui Zakharia, Allah berseru untuk mengajak bangsa Israel bertobat dan kembali kepada-Nya. Allah meminta mereka untuk mendengarkan seruan-Nya ini, sebab Ia tidak ingin mereka menjadi sama seperti nenek moyang mereka yang begitu keras kepala sehingga harus menderita dalam pembuangan karena meninggalkan-Nya.  Hal ini menunjukkan betapa Allah menyayangi m...

LARAS HATI: SETURUT KEHENDAK TUHAN

2 Samuel 7:18, Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Ayat yang kita, baca ini merupakan sebuah bagian di masa tua Daud. Pada masa tuanya, Daud ingin membangun sebuah Rumah Tuhan karena sekarang Daud telah hidup mewah di Istana yang indah. Sementara Tabut Tuhan, di tempatkan di kemah, sehingga Daud merasa tidak fair, kalau dia hidup di Istana yang terlindungi dari panas, hujan, angina, dingin. Sementara Tabut Tuhan ada di kemah. Niat Daud ini luar biasa, disharingkan kepada Nabi Nathan, yang juga setuju dengan niat Daud itu. Ini adalah sebuah Rencana Baik. Namun Tuhan berfirman melalui Nabi Nathan, membuat penyelarasan antara Rencana Baik Daud dengan Kehendak Tuhan. Rencana Baik Daud untuk membangun Bait Tuhan ternyata harus diselaraskan dengan Kehendak Tuhan. Sebab ada niat tersembunyi dari Daud . Daud sebenarn...

Sampaikan Pada Yesus - Melitha Sidabutar [Official Music Video] - Lagu R...

TAAT

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu." (1 Petrus 1:14) Mengamati perilaku manusia yang cenderung sukar dalam menaati peraturan, saya semakin menyadari bahwa taat adalah karakter yang perlu ditumbuhkan lewat pembelajaran seiring berjalannya waktu. Tanpa adanya pembiasaan, yang berawal dari kesediaan untuk taat, niscaya akan sukar untuk menjadikan ketaatan sebagai gaya hidup, baik dalam hal menaati peraturan yang dibuat oleh manusia maupun menaati firman Allah. Nas hari ini mendorong setiap orang percaya untuk menjadi anak-anak Allah yang taat, yang disertai larangan untuk menuruti hawa nafsu seperti yang dahulu dilakukan sebelum mengenal Allah. Seseorang yang mengaku mengenal Allah seharusnya akan lebih mudah menaati firman Allah, yang juga dijadikannya landasan untuk menaati peraturan-peraturan di dunia ini-selama segala peraturan itu tidak bertentangan dengan firman Allah. Membiasakan diri u...

KESEIMBANGAN atau KESENANGAN

  "Karena itu, baik kamu makan, baik kamu minum, atau apapun juga yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah." (1 Korintus 10:31) Dalam era modern, tiga hal utama yakni makanan (food), fesyen (fashion), dan kesenangan (fun) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai rohani, ketiganya justru dapat menjadi jebakan yang merusak generasi muda. Food (Makanan): Berkat atau Jebakan: Makanan adalah anugerah Tuhan. Namun, ketika kita menjadikan makanan sebagai pusat hidup, kita telah menggeser posisi Tuhan. Pola makan yang tidak sehat, kegemaran akan makanan instan, dan gaya hidup hedonis dapat merusak kesehatan fisik dan spiritual. (Roma 14:17) Nikmati makanan sebagai berkat Tuhan, namun tetap menjaga keseimbangan. Jangan sampai kita menjadi budak perut. Fashion (Fesyen): Identitas atau Ilusi: Fesyen memang bisa menjadi cara kita mengekspresikan diri. Namun, ketika kita terlalu terobsesi de...