Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

TEKAD (NEKAT YANG BENAR)

“Yesus memandang mereka dan berkata: Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” Matius 19:26 (Baca: ayat 16-26) Ketika berdiskusi tentang hidup dalam ketaatan terhadap kehendak Allah secara mutlak, seringkali terdengar orang yang berkomentar, bahwa rasanya itu mustahil untuk dilakukan. Memang mustahil bagi orang dunia pada umumnya, tetapi jika Tuhan memerintahkan demikian kepada orang percaya, itu berarti la memberi kemampuan untuk kita agar dapat melakukannya.   Melalui iman kita kepada Kristus, Tuhan memberikan kemampuan dan fasilitas kepada manusia untuk dapat taat terhadap kehendak Allah dan hidup di bawah kedaulatan-Nya. lnilah Injil atau Kabar Baik itu, bahwa bagi Allah segala sesuatu mungkin. Hendaknya kebenaran ini menyemangati kita untuk berusaha melakukan kehendak Bapa. Setelah banyak mendengar tentang ajaran Tuhan Yesus, seseorang bertanya kepada-Nya, “Apakah sedikit saja orang yang diselamatkan?” Tuhan Yesus menjawab, ...

"SAYA BERIMAN" EMANG YA...., GITU! 🤔

Baca: Kejadian 6:9-22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya (Kejadian 6:22) Kata “iman” sangat kerap disebut dalam percakapan sesehari tanpa lagi dipikirkan kebenarannya. Pasti kita pernah mendengar kalimat seperti: “Mari kita beriman bahwa hari ini tidak akan hujan” atau “Kita beriman bahwa Tuhan akan mencukupi pendanaan Natal Tahun ini,” dan sebagainya. Namun, inikah yang dimaksud dengan iman? Ketika Allah meminta Nuh untuk membuat bahtera karena Allah akan menghukum manusia dengan air bah, dengan segera ia melakukannya (ayat 22). Secara manusiawi ia sebenarnya tidak memiliki cukup dasar untuk memercayai perintah dan janji semacam itu. Namun, ia tidak menuntut Allah untuk memberikan gerimis sepanjang tahun atau banjir selutut terlebih dahulu untuk sekedar menopang keyakinannya. Baginya, Allah sendirilah jaminan dari penggenapan janji tersebut. Kepercayaannya bertumpu kepada Pribadi Allah dan Firman-Nya....

INVESTASI KATA

Baca: 1 Samuel 25:1-42 Terpujilah Tuhan ... engkau pada hari ini menahan aku daripada bertindak sendiri dalam mencari keadilan (1 Samuel 25:32-33)  Istilah investasi uang dan investasi waktu mungkin kerap kita dengar. Tujuannya: mendapatkan keuntungan atas investasi atau modal yang ditanam tersebut. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah investasi kata-kata? Bacaan hari ini membawa kita untuk merenungkan mengenai investasi kata-kata dari Nabal, Abigail, dan pelayan Abigail. Kisahnya, Nabal, seorang yang kaya sedang mengadakan perayaan pengguntingan bulu domba. Dengan kekayaannya, Nabal bisa dengan mudah memberi makan Daud dan orang-orangnya. Apalagi, mereka sudah membantu menjaga ternaknya (ayat 7, 15-17). Namun, saat utusan Daud datang, Nabal malah melontarkan hinaan (ayat 10-11). Kata-kata yang tidak tepat dan penuh kesombongan membuat ia pun menuai ajal. Lain halnya dengan pelayan Abigail yang memakai kata-katanya untuk menyampaikan fakta dan memberi saran kepada o...

PHOBIA: Iman Vs Takhayul

Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: ”Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian Tuhan, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita” (1 Samuel 4:3)  (Baca: 1 Samuel 4:1B-11) Kita mungkin pernah menyaksikan dalam film-film horor, bagaimana kitab suci atau simbol-simbol agama digunakan untuk membuat setan takut dan tak berdaya. Entah dipengaruhi oleh film atau tradisi keluarga, nyatanya saat ini masih ada beberapa orang Kristen yang berpikir untuk melakukan hal serupa. Mereka memasang salib di rumahnya dengan harapan rumah tersebut akan terlindung dari gangguan setan. Beberapa orang akan merasa sangat tenang ketika tidur didampingi Alkitab. Dalam bacaan hari ini, tua-tua Israel mempertanyakan mengapa Tuhan tidak menyertai mereka dalam peperangan. Sebenarnya mereka telah mengarahkan pikiran kepada Pribadi yang tepat....