Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
Iblis menggunakan kebohongan untuk menegakkan pengaruhnya atas hidup kita. Begitu ada kesempatan, ia akan membangkitkan ketakutan, kemarahan, dan keputusasaan dalam diri kita, karena ia adalah “pendusta dan bapa segala dusta” (Yoh. 8:44). Iblis tidak dapat mengatakan kebenaran karena, seperti yang dikatakan Yesus, memang tidak ada kebenaran di dalam dirinya.
Berikut adalah beberapa kebohongan yang dinyatakan Iblis. Pertama, doa kita tidak penting. Ini tidak benar. Alkitab mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yak. 5:16). Kedua, saat kita berada dalam kesulitan, tidak ada jalan keluar. Ini salah besar. “Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:27), dan “Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar” (1 Kor. 10:13). Ketiga, Allah tidak mengasihi kita. Ini bohong. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat “memisahkan kita” dari kasih Allah dalam Kristus Yesus (Rm. 8:38-39).
Kebenaran Allah jauh lebih kuat daripada kebohongan. Jika kita menaati pengajaran Tuhan Yesus dengan mengandalkan kuasa-Nya, kita “akan mengetahui kebenaran” dan berani menolak yang salah, sehingga “kebenaran itu akan memerdekakan [kita]” (Yoh. 8:31-32).
Apa saja kebohongan yang mungkin selama ini kita percayai? Bagaimana Allah dapat menyegarkan kembali pikiran kita dengan kebenaran-Nya?
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya