Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

KETEKUNAN IMAN

"Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." (Matius 15:28) Tuhan berkenan kepada orang-orang yang dengan tekun mencari Dia. KETEKUNAN mampu memancarkan seberapa besar keyakinan dan pengharapan seseorang kepada Tuhan.  Inilah yang menjadi alasan mengapa TUHAN memuji iman perempuan Kanaan. Ia datang kepada Yesus, memohon kesembuhan bagi anaknya yang sedang kerasukan setan.  Namun, apa reaksi Yesus? Yesus tampak tidak peduli. Murid-murid Yesus pun tidak menyukai kehadiran perempuan ini, bahkan meminta supaya Yesus menyuruhnya pergi. Hebatnya, perempuan Kanaan ini tidak patah arang. Bahkan saat Yesus berkata bahwa Dia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, ia tetap tidak menyerah.  Perempuan ini justru semakin bersemangat mendekati Yesus! Sekali lagi Yesus berkata, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Dan jawaban perempuan ini sungguh menakjubkan Yes...

HIDUP DALAM KESEIMBANGAN

(1 Timotius 4:8) "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." Bekerja keras itu baik, tapi akan menjadi tidak baik jika bekerja berlebihan seperti robot yang tak kenal lelah, akibatnya akan fatal. (Filipi 2:30) "Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia "nyaris mati" dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepada-ku." Kenapa sampai "nyaris mati ?" (Philippians 2:30 (KJV) ".... not regarding his life, to supply your lack of service toward me. ( tidak memperhatikan hidupnya atau kurang merawat tubuhnya, mungkin terlalu "forsir" sehingga kurang istirahat ). Mempunyai waktu untuk beristirahat itu baik, tetapi akan menjadi tidak baik kalau kita menjadi bermalas-malasan. (2 Tesalonika 3:10) "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini ...

JALAN TUHAN TIDAK MUDAH DIMENGERTI

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.  (Yesaya 55:8-9) Jalan Tuhan memang tidak mudah untuk dimengerti dan terkadang tidak masuk akal tapi pasti kita dapat melaluinya jika kita berjalan bersama-Nya. Oleh karena itu, di dalam kehidupan kita perlu berjalan dengan Tuhan, menyerahkan seluruh hidup kita ke Tuhan. Sebab Tuhan lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Namun, di dalam pengalaman seringkali kita sebagai manusia tidak dapat memahami jalan Tuhan. Bahkan kita sering ragu dan malah memaksa Tuhan untuk mengikuti kehendak, kemauan, dan rencana kita. Untuk itu kita perlu menyadari bahwa Tuhan sebenarnya mempunyai rancangan dan jalan terbaik untuk kita, bahkan jauh melebihi dari apa yang kita pikirkan. Jika kita memfokuskan diri pada hal-hal lahiriah, maka kita akan dengan mudah kecewa dan bers...

AKAR KEPAHITAN

(Ibrani 12:14-15) "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." ADA KETERKAITAN ANTARA AKAR KEPAHITAN DENGAN MELIHAT TUHAN Bagaimana mencabut akar kepahitan sampai akar-akarnya? Menyimpan kepahitan atau dendam itu seperti seseorang meniup api lilin kebahagiaannya sendiri. Kita tidak bisa mengejar kekudusan tanpa berdamai dengan orang lain lebih dahulu, benih kepahitan mulai berkecambah ketika kita menyimpan luka dari orang yang melukai hati kita, baik itu di sengaja atau tidak. Kecambah itu lalu di pupuk oleh sikap permusuhan kita dan penolakan untuk menghadapi kenyataan itu,‎ jika ini terjadi kepahitan, itu akan mengakar semakin dalam, semakin kuat dan akhirnya berhasil menguasai hidup kita. Namun masih ban...

JIKA BUKAN KARENA TUHAN

Mazmur 127:1-2  "Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga". Apapun yang dilakukan oleh manusia, tanpa campur tangan Tuhan semuanya akan berujung pada kesia-siaan.  Peringatan agar tidak mengabaikan campur tangan Allah itulah yang hendak disampaikan oleh Salomo ketika melantunkan nyanyian ziarahnya.  Manusia bisa membangun apa pun, entah itu rumah secara fisik maupun rumah tangga (keluarga), jikalau bukan TUHAN yang membangun dan mengokohkannya, semua upaya manusia akan sia-sia.   Bahkan kerja keras manusia pun, hingga kurang tidur demi mengumpulkan uang, hal itu pun akan menjadi sia-sia, sebab Allah sanggup Memberkati umat-Nya ketika ia sedang tidur (ay 2).  Allah bukan hanya sanggup menyertai apapun yang kita kerjakan, melainkan juga sanggup menjaganya agar hasilnya dapat membawa kebaikan baik umatnya. ....