Langsung ke konten utama

HIDUP DALAM KESEIMBANGAN

(1 Timotius 4:8) "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

Bekerja keras itu baik, tapi akan menjadi tidak baik jika bekerja berlebihan seperti robot yang tak kenal lelah, akibatnya akan fatal.

(Filipi 2:30)
"Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia "nyaris mati" dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepada-ku."

Kenapa sampai "nyaris mati ?"

(Philippians 2:30 (KJV)
".... not regarding his life, to supply your lack of service toward me.
( tidak memperhatikan hidupnya atau kurang merawat tubuhnya, mungkin terlalu "forsir" sehingga kurang istirahat ).

Mempunyai waktu untuk beristirahat itu baik, tetapi akan menjadi tidak baik kalau kita menjadi bermalas-malasan.

(2 Tesalonika 3:10)
"Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu : jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan."

Berdoa tanpa bekerja adalah seperti "pengemis",
namun bekerja tanpa berdoa adalah seperti "budak".

Bekerja tanpa istirahat akan membuat kita menjadi “aus” dan sakit,
tetapi istirahat tanpa bekerja akan membuat kita menjadi "tumpul".
Setelah ambii istirahat selanjutnya kita perlu bekerja kembali.

Cerdik tanpa ketulusan membuat kita licik,
tapi ketulusan tanpa cerdik membuat kita bodoh. 
ingat anak-anak dunia ini lebih "licik" daripada anak terang, jadi kita harus benar-benar waspada, bukan hanya tulus tapi cerdik. (Matius 10:16)  

Memiliki rasa percaya diri itu baik, tapi jika berlebihan, maka‎ akan menjadi lupa diri, ‎bahkan terjebak dalam kesombongan.
Percaya diri dalam hal Sebab :
*Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13). Namun kita juga perlu menyadari bahwa :
(Yohanes 15:5)
"sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."

Merendah itu baik,
tapi jika berlebihan, maka‎ akan menjadi rendah diri, oleh sebab itu bertindaklah dengan keseimbangan, agar‎ kehidupan kita berjalan dengan seimbang.‎
TUHAN menghendaki agar kehidupan kita menjadi SEIMBANG;‎ jangan sampai kita begitu “rohaninya” sehingga sampai melupakan tugas kita di dunia.

MARI MEMILIKI KESEIMBANGAN YANG BAIK DALAM MENJALANI KEHIDUPAN INI, KARENA KITA TIDAK HANYA MEMILIKI SATU KEWARGAAN, MELAINKAN DUA KEWARGAAN, YAITU DI DUNIA DAN DI SORGA. (Filipi 3:20)
GBU. SW

Komentar