(Ibrani 12:14-15)
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."
ADA KETERKAITAN ANTARA AKAR KEPAHITAN DENGAN MELIHAT TUHAN
Bagaimana mencabut akar kepahitan sampai akar-akarnya?
Menyimpan kepahitan atau dendam itu seperti seseorang meniup api lilin kebahagiaannya sendiri.
Kita tidak bisa mengejar kekudusan tanpa berdamai dengan orang lain lebih dahulu,
benih kepahitan mulai berkecambah ketika kita menyimpan luka dari orang yang melukai hati kita, baik itu di sengaja atau tidak.
Kecambah itu lalu di pupuk oleh sikap permusuhan kita dan penolakan untuk menghadapi kenyataan itu, jika ini terjadi kepahitan, itu akan mengakar semakin dalam, semakin kuat dan akhirnya berhasil menguasai hidup kita.
Namun masih banyak orang yang menyimpan kepahitan itu, mereka mengkritik, mencari-cari kesalahan, serta melakukan pembenaran diri.
Lalu bagaimana caranya mencabut akar kepahitan ?
Roma.12:19 (Terjemahan The Message)
(Jangan membalas; temukan keindahan dalam diri setiap orang. Jika Anda memilikinya, bergaullah dengan semua orang. Jangan memaksakan diri untuk membalas dendam; itu bukan untuk kamu lakukan. “Aku yang akan menilai,” kata Tuhan. “Aku akan mengurusnya.”)
Jadi biarkanlah ROH KUDUS yang akan mengoperasi hati kita, gantikanlah dengan pengampunan, sebab kita tidak bisa mengejar kekudusan tanpa berdamai dengan orang lain terlebih dulu.
Oleh sebab itu Firman katakan :
(Matius 5:23-24)
"Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu."
Ciri-ciri orang yang suka bikin kerusuhan adalah orang yang punya kepahitan,
oleh karena itu, MENGAMPUNI dan TIDAK MENG-INGAT-INGAT kesalahan orang lain itu adalah hal yang baik buat diri kita sendiri dan bagi orang yang telah berbuat salah itu juga.
Bukankah Kasih Allah telah ada di dalam kita ?
(Roma 5:5)
"Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
(1 Petrus 4:8)
Tetapi yang terutama.: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."
Bukanlah kita ini adalah Duta-duta Kasih ?
2 Korintus 5:20 (Terjemahan King James)
"Jadi kami ini adalah utusan (duta) Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepada mu : berilah dirimu didamaikan dengan Allah."
(1 Korintus 13:1, 3)
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku."
GBU. SW.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya