Langsung ke konten utama

MELANGKAH BERSAMA TUHAN

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan - rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)
 
     Bapak/ibu Saudara kita telah memasuki hari kedua di tahun yang baru yaitu tahun 2025 ini, saat lonceng pergantian tahun berbunyi dan kita meninggalkan tahun yang lama, ini adalah momen yang tepat untuk merenungkan dan mempersiapkan hati kita. Apa yang telah kita pelajari dari perjalanan sepanjang tahun lalu? Dan bagaimana kita menjalani tahun yg baru ini? Ini sangat penting, karena Tahun baru bukan sekadar perubahan angka, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan hidup lebih bermakna dalam terang firman-Nya.

     Banyak hal yang membuat kita bersukacita atas pencapaian selama tahun yang lalu, kita bersyukur atas berbagai berkat yang telah kita terima dan nikmat, dan mungkin ada juga kekhawatiran terhadap hal-hal yang belum terselesaikan atau ketidakpastian di depan. Namun, ayat ini mengajak kita untuk bersyukur, karena Tuhan selalu hadir memimpin kita melewati setiap musim kehidupan. Seperti yang ditulis dalam 1 Tesalonika 5:18: "Mengucap syukurlah dalam segala hal; sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Jadi tahun baru ini adalah kesempatan untuk memulai lembaran baru bersama Tuhan Yesus yang memegang kendali atas waktu dan kehidupan kita.
        Diawal tahun ini ada beberapa hal yang harus kita syukuri dan renungkan bersama. 

PERTAMA, kita bersyukur atas KESETIAAN TUHAN di masa lalu. Sebelum kita melangkah ke depan, penting untuk merenungkan perjalanan di tahun yang telah berlalu. Mazmur 103:2 berkata, "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya." Tuhan telah menopang kita, bahkan di masa-masa sulit. Dia tidak pernah meninggalkan kita dan Tuhan selalu menunjukkan KESETIAANNYA ditengah keluarga, pekerjaan dan GerejaNya. Atas semua itu, TETAPLAH BERSYUKUR.

KEDUA, PERCAYA pada RENCANA TUHAN untuk MASA DEPAN yang lebih baik. Yeremia 29:11 ini adalah janji indah yang mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera bagi kita. Tuhan tidak hanya melihat hari ini tetapi juga masa depan kita. Maka di tengah ketidakpastian tahun yang baru, kita dapat percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan jalan yang terbaik bagi kita.              
     Oleh karena itu, mari menyerahkan setiap kekhawatiran dan rencana pribadi kita kepada Tuhan, dan biarkan Tuhan menyatakan rencana dan kuasaNya atas kehidupan kita masing-masing; karena itu adalah rancangan yang terindah buat kita.

KETIGA, mari MELANGKAH dengan IMAN di Tahun yang Baru ini. TAHUN BARU adalah KESEMPATAN untuk MEMPERBARUI KOMITMEN kita KEPADA TUHAN. Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." MELANGKAH dengan IMAN, berarti MENGANDALKAN TUHAN dalam SETIAP KEPUTUSAN dan PERJALANAN HIDUP kita. Maka milikilah iman bahwa Tuhan akan memimpin langkah kita, menyediakan yang kita butuhkan, dan memberikan kekuatan di setiap tantangan. 

     Sebagai anak-anak Allah, kita memasuki tahun baru dengan PENGHARAPAN yang KOKOH. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kita tahu kepada siapa kita percaya. Maka MARI PERBAIKI HUBUNGAN kita dengan TUHAN dan TETAPLAH SETIA dalam DOA, FIRMAN, dan PELAYANAN melalui PEKERJAAN kita MASING-MASING.

KEEMPAT, BERSYUKUR dan BERKOMITMEN. Tahun baru adalah waktu untuk BERSYUKUR dan membuat KOMITMEN BARU. Di Mazmur 90:12 dikatakan agar kita menghitung hari-hari kita dengan bijaksana. Ini berarti kita tidak hanya menjalani hidup tanpa arah, tetapi harus dengan tujuan yang jelas, yaitu memuliakan Tuhan. HATI yang BIJAKSANA adalah HATI yang MENGENALI KEHENDAK ALLAH dan memprioritaskan hal-hal yang bernilai kekal.
Maka saat kita memasuki tahun yang baru ini, MARILAH BERSYUKUR dan MEMPERBARUI KOMITMEN. TUHAN memberkati.LS

Komentar