2 Samuel 7:18, Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
Ayat yang kita, baca ini merupakan sebuah bagian di masa tua Daud. Pada masa tuanya, Daud ingin membangun sebuah Rumah Tuhan karena sekarang Daud telah hidup mewah di Istana yang indah. Sementara Tabut Tuhan, di tempatkan di kemah, sehingga Daud merasa tidak fair, kalau dia hidup di Istana yang terlindungi dari panas, hujan, angina, dingin. Sementara Tabut Tuhan ada di kemah. Niat Daud ini luar biasa, disharingkan kepada Nabi Nathan, yang juga setuju dengan niat Daud itu. Ini adalah sebuah Rencana Baik.
Namun Tuhan berfirman melalui Nabi Nathan, membuat penyelarasan antara Rencana Baik Daud dengan Kehendak Tuhan. Rencana Baik Daud untuk membangun Bait Tuhan ternyata harus diselaraskan dengan Kehendak Tuhan. Sebab ada niat tersembunyi dari Daud . Daud sebenarnya ingin kerajannya menjadi kokoh bagi keturunannya. Sehingga kalau dia perlu membangun Bait Tuhan agar Tuhan disenangkan dan Tuhan mengokohkan kerajaannya.
Daud ternyata perlu dimurnikan dan diselaraskan dengan KehendakNya. Sebab kerajaan Daud adalah Anugerah Tuhan. Begitu juga pengokohan kerajaanya adalah Anugerah Tuhan, dikaruniakan Tuhan kepada keturunannya selama mereka mengikuti Tuhan. Di sinilah Daud menjadi sadar bahwa kerajaannya kokoh bukan dengan membangun Bait Tuhan. Kerajaannya kokoh karena Anugerah semata. Tuhan pula yang memberi Anugerah kepada salah satu anak Daud yaitu Salomo, untuk membangun Bait Tuhan.
Niat Daud diluruskan oleh Tuhan lebih dulu. Sebab Tuhanlah yang menyelidiki hati. Ada banyak niat tersembunyi yang seakan rohani tetapi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan seperti Daud yang harus diluruskan lebih dulu. Tuhan mengingatkan Daud bahwa dia menjadi raja besar karena Tuhanlah yang menghalau dan mengalahkan semua musuhnya. Kerajaannya adalah anugerah Tuhan.
2 Samuel 7:8-9 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
Di sinilah Daud dimurnikan niatnya dalam hal membangun Bait Tuhan.
Tuhan memberikan jawaban soal pembangunan Bait Tuhan. Bahwa Tuhan tidak berdiam di dalam sebuah rumah. Tuhan memberikan pesan kepada Nabi Nathan bahwa, seorang keturunannya akan bangkit untuk melakukan pembangunan Bait Tuhan tersebut. (Baca: 2 Samuel 7:7,12,13)
Mendapat jawaban Tuhan seperti itu, masuklah Daud ke kamar pribadi, duduklah dia di hadapan Tuhan. Dalam doa syukurnya nya kepada Tuhan inilah Daud menyesuaikan diri dengan Kehendak Tuhan. Daud tidak memaksakan kehendaknya untuk membangun Bait Tuhan pada zamannya. Daud sadar sekali bahwa dia bisa menjadi raja besar karena Anugerah Tuhan bukan karena melakukan perbuatan baiknya. Jadi membangun Bait Tuhan bukan menjadi jalan untuk “menyogok” Tuhan agar kerajaannya kokoh.
Dalam keluarga, harus juga menyelaraskan antara rencana baik dengan Kehendak Tuhan. Karena belum tentu rencana baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin rencana baik ini perlu dimurnikan dulu agar sesuai dengan kehendak Tuhan. Rencana membangun Bait Tuhan sangat baik dan sangat rohani. Tetapi ternyata itupun ada hal yang tidak murni dari Daud. Maka Tuhan perlu memurnikan dan menyelaraskan dengan KehendakNya.
Penyelarasan ini bisa terjadi dalam Doa Sepakat. Bisa juga terjadi dalam doa pribadi yang dikorfirmasikan dalam Doa Sepakat.SW
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya