Langsung ke konten utama

PHOBIA: Iman Vs Takhayul

Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: ”Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian Tuhan, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita” (1 Samuel 4:3) 
(Baca: 1 Samuel 4:1B-11)

Kita mungkin pernah menyaksikan dalam film-film horor, bagaimana kitab suci atau simbol-simbol agama digunakan untuk membuat setan takut dan tak berdaya. Entah dipengaruhi oleh film atau tradisi keluarga, nyatanya saat ini masih ada beberapa orang Kristen yang berpikir untuk melakukan hal serupa. Mereka memasang salib di rumahnya dengan harapan rumah tersebut akan terlindung dari gangguan setan. Beberapa orang akan merasa sangat tenang ketika tidur didampingi Alkitab.

Dalam bacaan hari ini, tua-tua Israel mempertanyakan mengapa Tuhan tidak menyertai mereka dalam peperangan. Sebenarnya mereka telah mengarahkan pikiran kepada Pribadi yang tepat. Sayangnya, mereka lalu mengambil kesimpulan yang salah. Dengan cepat mereka mencari “sesuatu” untuk membuat mereka tenang. Mereka mendatangkan “benda suci”, yakni Tabut Perjanjian, diiringi oleh “orang-orang suci” yakni para imam, Hofni dan Pinehas. Pikir mereka, benda-benda itu dapat membuat Tuhan datang dan melepaskan mereka. Mereka termakan dengan takhayul rohani sama seperti musuh mereka yang juga sangat takut dengan tabut tersebut. Hasilnya? Kekalahan mereka justru makin parah. Ternyata, orang-orang suci dan benda suci tidak dapat menolong mereka.

Tahukah kita, mengapa takhayul ada? Karena manusia memiliki rasa takut, kekuatiran dan merasa dalam bahaya. Jadi, orang yang hidup dalam takhayul adalah orang yang diliputi perasaan takut dan terancam.
Selain itu, Allah tentu saja sangat membenci hal tersebut, karena takhayul dan sejenisnya adalah pekerjaan iblis yang menipu kita dan menjauhkan kita dari kasih dan berkat Tuhan.

Tak jarang kita pun saat menghadapi kesulitan hidup bak peperangan setiap hari. Kala mencari perasaan tenang dan kemenangan, kepada apa atau siapa kita menaruh harap? Adakah benda atau pribadi tertentu—yang justru bukan Tuhan—menjadi tempat kita bertumpu? Hati-hati dengan takhayul rohani yang membuat kita meng-ilahkan sesuatu dan menyakiti hati Tuhan.
Paulus mengingatkan kita dalam:
1 Timotius 4:7-8
7) Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
8) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Mari miliki dasar yang kuat dalam ajaran Kristiani yang sehat melalui pertemuan-pertemuan ibadah kita, melalui perenungan firman Tuhan setiap hari. Semuanya itu akan menuntun kita berjalan dalam segala kebenaran.

Seseorang yang tidak mengerti kebenaran, tidak akan dapat mengetahui apakah sesuatu hal adalah benar atau salah, karena ia tidak memiliki standar yang benar. Tetapi orang yang tekun beribadah, mempelajari firman Tuhan akan mengerti tentang kebenaran sehingga ketika ada hal-hal yang menyimpang ia dapat langsung mengenali bahwa hal itu adalah salah, karena tidak sesuai dengan kebenaran yang telah Ia mengerti sebelumnya—LS

KALA KITA PERLU RASA AMAN DAN TENANG
KEPADA TUHAN SAJA SEPATUTNYA KITA DATANG

Komentar