Langsung ke konten utama

PERSAMI

Kamu harus bersukaria di hadapan Tuhan, Allahmu, tujuh hari lamanya. –Imamat 23:40

Perayaan Hari Raya Pondok Daun (Imamat 23:33-43) mungkin terasa aneh bagi kita (pembaca saat ini). Namun, bagi orang Israel, membangun tempat perteduhan di tempat terbuka dengan hanya dedaunan dan daun palem sebagai atapnya merupakan ekspresi kepercayaan kepada Allah yang dirayakan dalam hari raya tersebut. Ini merupakan pengakuan eksplisit yang menyatakan bahwa Allah adalah pelindung yang cukup bagi umat-Nya.

Allah memakai PERSAMI (Perkemahan Satu Minggu) untuk mengajar umat-Nya. Setahun sekali, selama seminggu penuh, orang Israel harus tinggal dalam semacam kemah yang terbuat dari “pelepah-pelepah pohon-pohon korma, ranting-ranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa” (Im. 23:40). Tujuannya ada dua. Allah berfirman kepada mereka: “Setiap orang asli di Israel haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun, supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mesir” (ay. 42-43). Selain itu, mereka juga harus mengadakan perayaan yang meriah. “Kamu harus bersukaria di hadapan Tuhan, Allahmu, tujuh hari lamanya” ( ay. 40).

Berkemah mungkin bukan gagasan yang menyenangkan bagi beberapa orang, tetapi Allah menetapkan bangsa Israel untuk berkemah selama satu minggu penuh sebagai cara yang menyenangkan bagi mereka untuk mengingat kebaikan-Nya. Kita mudah sekali melupakan makna utama dari perayaan-perayaan kita. Perayaan seperti itu dapat menjadi pengingat yang menyenangkan tentang karakter Allah kita yang pengasih. Dialah sumber kesenangan kita.

Apa hari raya favorit kita, dan mengapa kita menyukainya? Bagaimana perayaannya mengingatkan kita pada kebaikan Allah? 

Komentar