Langsung ke konten utama

MELEPAS UNTUK MENDAPATKAN

"Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." (Kejadian 32: 26)

"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12: 9)

 
Mengikut Tuhan adalah perjalanan penyerahan total, melepaskan kendali dan merangkul rencana-Nya. Ini bukan kelemahan, melainkan tindakan iman yang teguh, percaya jalan Tuhan lebih tinggi dari kita.

Dalam Kejadian 32:7-26, kita belajar dari Yakub yang meminta berkat dalam pergulatan di tenda. Yakub menerima berkat dan identitas baru dari Allah. "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang" (Kejadian 32:27-28).

Kehidupan kita ibarat anyaman, di mana benang yang kita pegang erat mungkin perlu dilepaskan agar rancangan Tuhan terwujud. Dengan membuka tangan kita, kita menyatakan penyerahan, mempercayai bahwa Tuhan yang memiliki strategi untuk menyelesaikan apa yang telah Dia mulai atas hidup kita.

Sebagai sumber segala berkat, Tuhan memimpin strategi-Nya, dan peran kita adalah menyerahkan diri. Penyerahan diri adalah kunci dari kasih karunia Tuhan bekerja dan Tuhan berkata bahwa itu sudah cukup bagi kita. "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 12: 9)

Hari ini kita belajar dari seorang Yakub, bahwa ketika dia mau melepaskan identitas yang salah maka Tuhan mendatangkan berkat rekonsiliasi dengan Esau (Kejadian 33:4-9). Melepaskan bukanlah kelemahan, melainkan tindakan iman yang membuka jalan bagi Tuhan menenun berkat-Nya dalam kehidupan kita.

Ambilah waktu untuk mengidentifikasi hal-hal apa yang masih kita pegang erat dan menghalangi Tuhan untuk menyatakan berkatnya atas hidup kita?

Komentar