"Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, karena barang siapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa" (1 Petrus 4:1)
Banyak orang percaya yang punya cara pikir salah tentang penderitaan, bahkan banyak yang menganggap bahwa penderitaan adalah kutuk yang harus di patahkan dalam hidup.
Padahal penderitaan sejatinya adalah sebuah proses pemurnian dan pendewasaan dari Tuhan.
Salah satu perangkap iblis bagi kita adalah menebarkan ketakutan, termasuk takut menderita. hal ini membuat banyak orang percaya yang tidak siap iman, mental dan pikirannya ketika diijinkan Tuhan ada dalam penderitaan.
Ketidaksiapan ini menjadi celah sehingga iblis mudah menaburkan bibit pemberontakan, amarah dan ketawaran hati kepada Tuhan.
Padahal jika punya cara pandang yang benar, kita akan lebih rela, ikhlas dan bersukacita di tengah kesukaran. Paulus contoh nyata yang memiliki cara pandang yang benar. Ia tak berfokus kepada penderitaan, tapi pada kebesaran dan kemampuan Tuhan. Ia membuang roh yang mengasihani diri sendiri. Terlalu mudah mengasihani diri membuat kita cengeng dan tidak tegar menjalani hidup.
Kunci kekuatan Paulus adalah memenuhi pikirannya dengan kebenaran firman.
Mari cek hati kita! Apakah kita punya cara pikir yang salah tentang penderitaan?
Hidup ini adalah petualangan. Penderitaan hanyalah cara indah Tuhan untuk membuat petualangan kita terlihat menantang. Jadi, tak usah takut hidup menderita! Asalkan dalam kebenaran dan kehendak Tuhan, itu semua selalu akan mendatangkan kebaikan pada diri kita.
GBU.LS
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya