Langsung ke konten utama

MAKNAI & LAKUKAN YANG TERBAIK DI SETIAP WAKTU YANG ADA

Bagaimana hidup kita selama ini?
Berjalan begitu saja, datar, tanpa gairah?
Hanya sebuah rutinitas atau kebiasaan yang di ulang ulang setiap hari?

Abraham Lincoln memiliki konsep hidup:
("And in the end, it is not the years in your life that count. It is the life in your years.")
"Akhirnya, yang terpenting bukanlah tahun-tahun yang ada dalam hidupmu,
tetapi hidup yang ada dalam tahun-tahun yang kau lewati."

Bagaimana kita akan melewatkan hidup yang TUHAN anugerahkan?
Apakah hidup kita hanya menunjukkan angka² saja, 40, 50, 60, 70, 80, 90 atau 100?
Atau mungkin hidup kita singkat,
tetapi Penuh Makna, Karya, Kebajikan dan Kepedulian?

Kadang kita bangga dengan segala rencana HEBAT yang kita BUAT,
prestasi BESAR yang sudah kita CAPAI,
menjadi TERLENA, cepat berpuas diri dan menganggap diri kita HEBAT.

Kita sering LUPA, tanpa TUHAN di samping kita, KITA ADALAH SIA-SIA.
Tetapi jika TUHAN di samping kita,
sesederhana apapun yang kita LAKUKAN,
akan menjadi HEBAT dan BAIK,
bukan saja untuk kita sendiri tapi untuk orang di sekitar kita.

Komposer besar mulai bekerja bukan setelah mendapat ilham, Ia mendapat ilham justru ketika sedang bekerja.
Beethoven, Bach dan Mozart menulis lagu secara teratur sama seperti seorang akuntan bekerja dengan angka-angka,
Mereka TIDAK MEMBUANG WAKTU untuk menanti-nantikan datangnya inspirasi.
WAKTU itu sangat berharga lebih dari kepingan-kepingan emas, WAKTU itu adalah HIDUP kita. Banyak karya besar dapat di hasilkan dalam hidup kita, oleh karena itu pergunakan setiap detik dalam hidup kita dengan sebaik-baiknya.

Tiap orang memiliki 24 jam dalam sehari di hidupnya, tetapi hanya orang yang mampu memaknai dan melakukan yang terbaik di setiap waktu yang ada,
yang akan MERAIH KEMAKSIMALAN di dalam HIDUPNYA.

“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”
(Filipi 1:22)
GBU.SW.

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya