Langsung ke konten utama

BERGEMBIRALAH KARENA TUHAN

(Mazmur 37:4)
"dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."

Sebenarnya banyak alasan dalam hidup ini untuk TERTAWA, tapi banyak orang yang memilh untuk BERSEDIH atau MARAH-MARAH.
Banyak hal yang bisa membuat TERSENYUM, tapi banyak orang malah memilih untuk BERSEDIH.

Banyak hal yang INDAH dalam hidup ini,
tapi banyak orang menjadikannya BURUK.

Banyak orang ingin memiliki segalanya untuk dapat memiliki KEBAHAGIAAN,
hingga tak jarang banyak orang merasa KECEWA jika ia belum memilikinya.

Padahal Hidup ini sudah seharusnya BAHAGIA, tapi terkadang banyak orang tidak menyadarinya.

BAHAGIA adalah Kondisi PIKIRAN yang menyenangkan, KUNCI nya adalah RASA CUKUP DIRI atas apa yang sedang kita MILIKI maupun yang kita ALAMI sehingga kita dapat selalu MENSYUKURInya.

(Filipi 4:11-13, 19)
"Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan.
Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 
Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Jadi nikmatilah kehidupan ini, 
tak perlu kita selalu mau dibanding-bandingkan dengan keadaan orang lain.

(2 Korintus 10:12)
"Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang² tertentu yang memujikan diri sendiri Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri.Alangkah bodohnya mereka !"

Sehingga ini akan menimbulkan iri hati terhadap orang lain dan itu akan membawa lebih banyak rasa ketidak puasan hidup.

Ingatlah bahwa Berkat itu tidak selalu berupa BENDA yaitu; emas, permata atau uang yang banyak, bukan pula saat kita memiliki rumah yang mewah dan pergi dengan mobil bermerek.

Coba kita lihat apa yang di tulis oleh raja Salomo.

(1 Raja-raja 10:23)
"Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat."

Namun apa yang di alami oleh Salomo di masa tuanya ?

(Pengkhotbah 5:9-16)
"Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya Ini pun sia-sia.
Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya.
Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya ?
Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari : kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatu pun padanya untuk anaknya.
Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatu pun yang dapat dibawa dalam tangannya.
Ini pun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi; Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin ?
Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan."

Jadi sebenarnya Berkat itu adalah JIWA YANG TENANG,
karena KETENANGAN dan KEBAHAGIAAN itu sangat mahal harganya.

(Yohanes 14:27) 
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Jadi untuk BAHAGIA bukan karena kita memiliki segalanya, tetapi karena kita bisa BERSYUKUR atas apa yang Tuhan beri kepada kita, yang membuat hati kita BAHAGIA
(1 Tesalonika 5:18); (Filipi 4:4-7)
GBU. SW

Komentar